Hukum Bacaan Doa Qunut Sholat Subuh Menurut Ulama

Hukum Bacaan Doa Qunut Sholat Subuh - Banyak sekali orang-orang yang memperdebatkan tentang doa qunut, apakah itu hukumnya sunat ataukah bid'ah? mari kita sama-sama pelajari beberapa keterangan perihal hukum membaca qunut ketika sedang melakukan sholat subuh. Sebenarnya untuk malasah ini tidak perlu diperdebatkan oleh semua umat muslim, karena setiap penganut madzhab pastinya memiliki dalil dan keterangan masing-masing tentang membaca doa qunut ini.

Dalam hal ini bahwa tidak ada seorang ulama pun yg membid'ahkan membaca qunut ketika sedang mengerjakan shalat subuh, dan masalah ini sebenarnya sudah pernah dibahas tuntas oleh para fuqoha yakni para ulama salaf yang berkesimpulan bahwa dalam membaca doa qunut sholat subuh itu hukumnya tidak bid'ah, jadi apabila masih ada umat islam yang masih berpendapat bahwa qunut subuh itu bid'ah maka harus mengkaji terus seputar hukum doa qunut.

Untuk keterangan dan dalil-dalil selengkapnya dari semua pendapat ulama yang empat atau madzhab yang dianut oleh mayoritas umat islam yang shahih, kita semua dapat mempelajarinya dalam postingan kali ini, dan mudah-mudahan setelah kita melihat pendapat dari ke-empat madzhab ini kita selaku umat islam tidak perlu memperdebatkan lagi hal ini.

Hukum Bacaan Doa Qunut Sholat Subuh Menurut Ulama

Demi mempersingkat waktu mari kita sama-sama mempelajari tentang hukum membaca doa qunut, Selamat menyimak!!

Ulama Malikiyyah = Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut kecuali pada shalat shubuh saja. Tidak ada qunut pada shalat witir dan shalat-shalat lainnya.

Ulama Syafi’iyyah = Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut dalam shalat witir kecuali ketika separuh akhir dari bulan Ramadhan. Dan tidak ada qunut dalam shalat lima waktu yang lainnya selain pada shalat shubuh dalam setiap keadaan (baik kondisi kaum muslimin tertimpa musibah ataupun tidak, -pen). Qunut juga berlaku pada selain shubuh jika kaum muslimin tertimpa musibah (yaitu qunut nazilah).

Ulama Hanafiyyah = Disyariatkan qunut pada shalat witir. Tidak disyariatkan qunut pada shalat lainnya kecuali pada saat nawaazil yaitu kaum muslimin tertimpa musibah, namun qunut nawaazil ini hanya pada shalat shubuh saja dan yang membaca qunut adalah imam, lalu diaminkan oleh jama’ah dan tidak ada qunut jika shalatnya munfarid (sendirian).

Ulama Hanabilah (Hambali) = Mereka berpendapat bahwa disyari’atkan qunut dalam witir. Tidak disyariatkan qunut pada shalat lainnya kecuali jika ada musibah yang besar selain musibah penyakit. Pada kondisi ini imam atau yang mewakilinya berqunut pada shalat lima waktu selain shalat Jum’at.

Sedangkan Imam Ahmad sendiri berpendapat, tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan qunut witir sebelum atau sesudah ruku’.

Demikianlah uraian singkat mengenai pembahasan hukum doa qunut yang mudah-mudahan bisa menambah wawasan pengetahuan kita yang bisa dijadikan sebuah ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, amiin.

Update Artikel Hari »